EXO “REVERXE” dianggap flop di Korea karena CBX absen

chordlicious – Pernyataan bahwa “EXO REVERXE dianggap flop di Korea karena CBX absen” adalah hasil dari diskusi hangat di komunitas K-pop, namun secara data resmi album REVERXE tidak bisa dikatakan “flop” karena sukses secara global, meski penjualannya di Korea memang mengejutkan di bawah prediksi.
Penjualan REVERXE di Korea

Album penuh kedelapan EXO, REVERXE, yang rilis 19 Januari 2026, mencatat angka Hanteo di hari pertama sekitar 260-an ribu kopi di Korea, jauh di bawah comeback besar grup generasi ke-3 lainnya di 2026, dan juga mengejutkan karena lebih rendah daripada rekor sebelumnya oleh EXO sendiri di era 2010–2020an.
Angka ini langsung menuai perbincangan besar di media sosial dan forum K-pop, terutama dari fans CBX (Baekhyun, Chen, Xiumin) yang menyoroti bahwa ketiga member tersebut tidak terlibat di comeback ini, hanya enam member yang aktif (Suho, Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, Lay).
Mengapa dikaitkan dengan CBX?
-
Baekhyun selama ini dikenal sebagai salah satu “pemimpin penjualan” di EXO, terutama di versi solo dan di proyek grup besar; banyak fans menilai ketiadaannya sangat terasa di angka pre-order dan Hanteo.
-
Chen dan Xiumin juga punya penggemar loyal yang loyal beli album; tidak tampil di comeback dan kamera teaser/rekaman video membuat fans mereka enggan membeli full album.
-
banyak netizen menulis “REVERXE hanya dibeli EXO-L + fans global, tapi tidak di-back sekuat era 2013–2018” karena CBX tidak hadir, dan menilai angka tersebut sebagai “curam” jika dibandingkan dengan ekspektasi comeback grup besar.
Namun REVERXE sukses global
Di sisi lain, EXO dan SM Entertainment menegaskan kembali bahwa REVERXE adalah keberhasilan global:
-
Album REVERXE langsung sold out di SMTOWN Global Shop dan banyak toko global lainnya hanya beberapa hari setelah rilis.
-
Di toko-toko global besar seperti Ktown4u, semua versi REVERXE menduduki posisi atas chart internasional, dan versi eksklusif/mahal (EX‑VISION Ver., Big SMini Ver.) sangat laris di luar Korea.
-
Secara musik, lagu utama dari REVERXE viral di TikTok dan platform sosial, terutama di kawasan Asia Tenggara, Jepang, Tiongkok, dan Timur Tengah, menunjukkan bahwa EXO masih sangat kuat di pasar internasional.
Kesimpulan
Jadi, meski tidak benar-benar “flop” secara industri, secara persepsi di Korea REVERXE memang terasa “menurun pamor” dibanding comeback masa lalu EXO, terutama karena:
-
CBX (Chen, Baekhyun, Xiumin) tidak ikut aktivitas, sehingga fans yang sangat mengidolakan mereka tidak membeli full album.
-
Angka Hanteo di Korea jauh di bawah ekspektasi grup papan atas di 2026, membuatnya dianggap “mengecewakan” oleh banyak netizen dan komunitas K-pop. stephenpalmer
-
Namun secara global, REVERXE tetap menjadi salah satu rilisan Korea paling besar dan laris di pasaran internasional, menunjukkan bahwa EXO masih sangat relevan, meski dengan formasi terbatas. Luck365
